Ada Apa Dengan Pendidikan Kita?

artikel
Ada apa dengan pendidikan kita?
Sebuah pertanyaan yang cukup menarik untuk kita kaji bersama.Pola pertanyaan seperti ini sering dipakai dalam beberapa tulisan,muncul dimedia masa,dan pola ini semakin ngetrend sebab berkaitan dengan dengan sebuah film segar yang mengangkat tema percintaan muda-mudi,"Ada apa dengan Cinta?",Film ini meledak dipasaran sebab hampir setiap muda-mudi pernah menikmati keindahan alur cerita dalam film ini.
(Mu'arif)

Tulisan ini tidak akan membahas seputar film itu,tetapi untuk menjawab pertanyaan diatas,"ada apa dengan pendidikan kita?".
Akhir-khir ini persoalan pendidikan kita memang menjadi sorotan tajamdan semakin mencuat kepermukaan berkaitan dengan kemunculan fenomena-fenomena baru yang menghiasi wajahnya.Beberapa fenomena itu kemudian menjadikan permis-permis minor yang setelah dibanding-bandingkan dengan permis mayornya melahirkan sebuah konklusi bahwa pendidikan kita telah gagal.(Gerbang Edisi9)

Di Indonesia yang namanya gelar akademik memang sangat dihargai.Malah suatu gelar akademik tanpa memperlihatkan mutunya sekalipun akan mampu mengangkat status sosial seseorang.Masyarakat kita sudah terbiasa silau dengan gelar-gelar akademik,tanpa mau menyadari bahwa begitu banyak gelar yang bisa didapatkan lewat cara-cara instan.Pelan atau cepat konklusinya adalah kalau cara seperti ini masih terus ada di negara tercinta ini,maka jangan pernah berharap akan lahir sumber daya manusia yang berkualitas.

Adanya penurunan kualitas dari pendidikan kita menjadi konsekwensi logis dari problem,salah satunya adalah jual beli gelar,miris kan?.Saat ini seseorang semakin mudah saja mendapatkan gelar akademik yang jumlahnya seabreg tanpa harus susah-susah belajar.

Gelar akademik dan ijazah diterima oleh seseorang sebagai tanda telah selesainya masa pendidikan tinggi formal dalam strata tertentu.Untuk memperoleh gelar dan ijazah menurut ketentuan dalam sistem pendidikan,seseorang harus terlebih mengikuti serangkaian kegiatan akademik dalam bentuk perkuliahan tatap muka,menyelesaikan tugas secara terstruktur baik secara individual maupun kelompok,melakukan kegiatan praktikum serta menyusun-mempertahankan dalam ujian dan dinyatakan lulus ujian skripsi(S1),tesis(S2),dan disertasi(S3).

Namun pada akhir-akhir ini komunitas masyarakat akademik,tokoh pendidikan,bahkan masyarakat pada umumnya dikagetkan oleh penyimpangan,bahkan pelecehan praktek jual-beli gelar akademik yang salah satu diantaranya dilakukan oleh UTS yang akhir-akhir ini banyak diulas media masa

Pengejaran gelar akademik yang berorientasi legitimasi simbolik dengan kedok lembaga pendidikan, sudah cukup lama beroperasi.Padahal dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 secara tegas dinyatakan bahwa mereka dapat dikenai sangsi 1 milyar dan atau penjara 10 tahun bagi perseorangan,organisasi atau penyelenggara yang memberikan ijazah dan gelar akademik tanpa hak(pasal 67)dan jika dilakukan suatu perguruan tinggi dinyatakan ditutup.Sementara setiap orang yang membantu memberikan ijazah dan gelar akademik yang tidak memenuhi persyaratan dipidana maksimal 5 tahun dan atau denda maksimal 5 ratus juta rupiah(pasal 68:1).Sedangkan orang yang menggunakan gelar dan ijazah yang diperoleh dari satuan pendidikan yang tidak memenuhi persyaratan dipidana penjara paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling banyak 5 ratus juta rupiah(pasal 68:2)
(Prof.Dr.Mustaji,M.Pd)

Menghadapi fenomena ini,kita sebagai ilmuwan pendidikan harus mengembalikan fungsi pendidikan,bahwa gelar akademik harus diraih oleh seseorang secara legal dan prosedural.Demikian juga“status”harus diusahahakan atau diperoleh melalaui melalui upaya dan proses pendidikan formal secara prosedural.Maksud disini bahwa status dan gelar bukanlah sesuatu yang bersifat warisan atau karena faktor keturunan,bukan diperoleh melalui praktek jual beli dengan membayar sekian juta,dan seterusnya.Gelar yang diperoleh secara illegal ibarat topeng kepalsuan dan kebanggaan semu belaka,tanpa nalar,nilai,dan etika.Dimyati(2005)menyebutnya pengejaran gelar akademik berorientasi tidak lebih dari hanya sebagai legitimasi simbolik.


Semoga bisa mencerahkan~
Dari berbagai referensi


Review http://ullynathar.blogspot.com on alexa.com

Ditulis Oleh : zuhri nathar

znatharAnda sedang membaca artikel tentang Ada Apa Dengan Pendidikan Kita?.Bila Anda suka, silahkan dishare, namun jangan lupa meletakkan link dibawah sebagai sumbernya.Thanks.



Related Posts:

Share this article :
 
 

Copyright © 2012. Gudang Artikel - All Rights Reserved

Proudly powered by Blogger